Tuesday, November 8, 2016

Panas menyengat bikin kepala cenut-cenut, coba masuk ke retail indomaret buar nyari minuman. Depan pintu masuk ada satu cctv, diatas kasir juga ada blom lagi ditempat yang tak terlihat untuk mengawasi para pembeli ada beberapa, orang yang berniat jahil sekedar ngantongin permen kacang pasti akan berfikir dua kali melihat banyaknya kamera pengawas. Mengapa.? Karena merasa diawasi, merasa ada yang melihat, padahal belum tentu juga kameranya sedang on, bisa jadi kameranya error, tetap saja rasa was-was itu ada, padahal cctv kecil mungil tersebut hanya bisa melihat gerakan tapi tidak tahu apa yang dirasakan, dipikirkan oleh orang yang melakukan gerakan, tapi tetap rasa was-was menggelayuti pikiran.

Malaikat roqib atid merupakan cctv yang ada pada diri masing-masing, tidak pernah absen bertugas sedetikpun, lain halnya dengan diri penulis yang selalu lupa dengan seribu satu alasan, bahkan untuk tidak masuk kerja saja sudah persiapan macam-macam alasan mulai dari macet sampe sakit mencret.

Sifat maha melihat-Nya, sampai detil tidak ada yang tersembunyi dari-Nya, melihat tingkah laku, ucapan bahkan niat sekecil apapun. Bohongnya kita sama istri, dzolim sama tetangga, bahkan  pura-pura lupa klo ditagih utangpun ketahuan.

Yuk ah..!!! Kita merasa dilihat, di perhatikan serta di asuh oleh dzat yang mewarnai tomat ada yang warna merah, kuning, hijau. Anggap saja kita artis yang di sorot kamera kemanapun, kapanpun dan dimanapun. Tidak perlu casting, tidak perlu nyari PH bahkan tidak perlu kostum dan makeup.

Ya Allah.. hamba mohon berkah selamat hasil maksud bahagia semua jamaah.
Super Big CCTV

Next
This is the most recent post.
Older Post

0 comments :

Post a Comment