Monday, November 7, 2016

Pernah lihat kelapa utuh.? Sering lah.! Entah itu di pasar, tukang es kelapa muda atau mungkin di tempat mang kurdi tukang parut kelapa depan rumah. Coba perhatikan.? sebelum mendapatkan santan yang bagus untuk membuat rendang harus melewati sabut dahulu, kemudian batok baru bisa mendapatkan kelapa yang akan di proses menjadi santan.

Ketika wahyu turun pertama kali, nabi di suruh "iqro" oleh malaikat jibril sampai tiga kali kanjeng nabi mengulangi "dengan apa aku membaca ya jibril..!?? Sedangkan aku ummiy (buta huruf)". Dari pertanyaan tersebut merupakan jawaban, jadi pertanyaan sekaligus menjadi jawaban atas pertanyaan perintah membaca sebelumnya. Kanjeng nabi memang ummiy tapi beliau memiliki sifat fathonah atau cerdas jadi mustahil bodoh. Dari jawaban tersebut maka terbukalah yang dimaksud, membaca dengan syari'at.? Membaca dengan thoriqot.? Atau membaca dengan hakikat? 1. Fiqh ilmunya, syari'at perjalanannya, jasad sasarannya. 2. Tasawuf ilmunya, thoriqot perjalanannya, qolbu sasarannya. 3.Tauhid ilmunya, hakikat perjalanannya, ruh sasarannya. Nah..!! Sudah mulai ngerti kan..!!?? Mengapa kelapa di jadikan contoh.

Untuk memahami kejadian secara utuh maka di perlukan 3 elemen diatas. Apakah tidak bisa dengan satu saja atau dengan dua saja..?? Oh.. sangat bisa yang paling penting tidak boleh saling berbenturan apalagi bertolak belakang, terutama dengan syari'at karena merupakan pijakan awal melangkah. Fiqh tanpa tasawuf jadinya fasiq, tasawuf tanpa fiqh jadinya zindiq dan ini lebih berbahaya dari fasiq.

Jadi kesimpulannya, kejadian apapun yang ada di tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi bisa kita teropong, jangan mau di kibulin ama dukun dan tukang ramal dan yang paling penting bila sudah mengerti kalau ketemu kelapa jangan lupa untuk bilang terima kasih. Duh...!!! Terima kasih ya kelapa karena dirimu aku bisa mengerti tentang akbarnya Alloh. Tapi ya jangan lebay juga, itu kelapa di peluk dan di cium.

Ampuni aku ya Allah angkat semua kesalahanku sekarang juga. Amin.

Meneropong Semua Kejadian Lewat Kelapa

0 comments :

Post a Comment