Saturday, September 17, 2016

Kajian Serta Konsepsi Ruhani Manusia - Manusia terdiri dari dua unsur utama, yaitu ruh dan jasad. Ruh merupakan pancaran Allah sehingga bersifat abadi, sedangkan jasad berasal dari sari pati makanan yang dipertemukan melalui proses pembuahan reproduksi. Jasad akan kembali menjadi tanah asal mula sari pati makanan. Ketika ruh dan jasad disatukan, ruh menjadi penentu gerakan jasad. Ruh juga merasakan hidup dan mati, bahagia dan derita, nikmat dan sakit, senang dan susah, begitu seterusnya. Saat kulit dicubit, ruh yang merasakan sakitnya. Begitu kulit diberi dosis anti nyeri, ruh juga mengikutinya dengan tidak merasakan rasa sakit saat dicubit. Hingga saat ini, perdebatan tentang penentu hidup masih terus berlangsung.

Kaum materialisme melihat jasad yang menentukan hidup. Kematian dimaknai sebagai jasad yang sudah tidak berfungsi. Bagi mereka, kesakitan di jasad perlu diberi zat kimiawi yang bisa menetralisir sifat kimiawi dalam jasad. Karena itu, jasad dapat disembuhkan melalui proses kimiawi. Dengan demikian, sains memiliki peran penting dalam kehidupan. Kaum agamawan memandang ruh sebagai penentu hidup. Kematian, kesakitan, dan kemiskinan adalah takdir yang tidak bisa dihindari sebagaimana kehidupan, kesehatan, dan kekayaan. Karena itu, agama membidik ruh sebagai sasaran perbaikan. Ruh yang baik dan tenang tidak akan merasakan sakit meski kondisi jasadnya mengalami kesakitan. Ia juga tidak merasakan penderitaan meski hidup dalam kemiskinan.

Kenikmatan jasad dapat dirasakan melalui normalnya fungsi organ tubuh. Lebih dari itu, kesenangan dapat diperoleh melalui pemanjaan tubuh, seperti melihat pandangan yang indah, mendengarkan suara yang merdu, atau merasakan lezatnya makanan. Kenikmatan jasmani ini dijadikan orientasi oleh kaum materialistis dan hedonis. Pada umumnya, manusia mengejar kenikmatan jasmani, sehingga para syetan selalu menggoda manusia melalui harapan kenikmatan jasmani atau ketakutan pada penderitaan jasmani. Kebanyakan manusia mengukur perolehan kenikmatan jasmani sebagai ukuran kehidupan. Harta yang melimpah dan loyalitas orang-orang terdekatnya memberi jaminan dalam perolehan dan kelangsungan kenikmatan jasmani. Untuk itu, kebanyakan manusia lebih mencintai kedua hal tersebut.

Manusia yang berorientasi pada ketenangan ruhani amat sedikit jumlahnya. Mereka melatih batin untuk menerima segala resiko hidup. Karena itu, ilmu tentang kehidupan senantiasa diperdalam pemahamannya hingga mencapai penghayatan serta memudahkannya untuk mengamalkannya. Dengan keluasan ilmu, ada kesadaran, bahwa tujuan hidupnya bukan di dunia, melainkan di akhirat. Ia pun memperbanyak amal kebaikan, menjauhi amal keburukan, sabar saat mendapatkan amal keburukan dari orang lain yang dinilainya sebagai investasi akherat. Tipologi ini tidak dikenal oleh kaum materialistis-hedonis.

Tidak sedikit manusia yang mencoba untuk memadukan keduanya. Mereka beranggapan, bahwa ruhani dan jasmani memiliki peranan yang amat penting. Tidak ada keunggulan suatu faktor atas yang lain. Namun, praktek keseimbangan sulit dipraktekkan. Kenyataannya, tidak sedikit di antara mereka yang terjebak dalam kehidupan materialisme dan hedonisme. Faktor ruhani selalu dijadikan penutup atas orientasi sesungguhnya. Demikian ini merupakan salah satu strategi syetan dalam menggoda para tokoh Islam.
Kajian Serta Konsepsi Ruhani Manusia

0 comments :

Post a Comment