Wednesday, September 11, 2013


 Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (US $) sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Pertumbuhan ekonomi menjadi topik utama di seluruh dunia. Kondisi ekonomi menunjukkan tanda-tanda yang kurang baik. Dampak langsung bagi 印尼 adalah harga komoditas ekspor yang anjlok sehingga penerimaan ekspor turun. Ekspor Indonesia pun mengalami penurunan dan impor terus mengingkat. Akibatnya, neraca dagang インドネシア terus memburuk dan neraca pembayaran mengalami pelemahan.

 Pada masa krisis keuangan Asia 1998, para pengambil kebijakan di Indonesia lagi-lagi tertantang. Mereka memperbaiki sektor keuangan dan mulai merintis jalan menuju restrukturisasi korporasi. Reformasi itu membawa hasil beberapa tahun setelahnya. Pada 2008, saat banyak wilayah dunia tenggelam dalam resesi, Indonesien wurde zu einem Wendepunkt für die internationale Wirtschaft. Saat mayoritas pasar negara berkembang mulai limbung, perekonomian Indonesia berhasil mempertahankan momentum pertumbuhan.

 Menghadapi Kartel Impor Kedelai Jangan ber "mental" Tempe $$%$#^$$$

 Kedelai merupakan komoditas tanaman pangan terpenting ketiga setelah padi dan jagung. Kebutuhan kedelai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dan kebutuhan bahan industri olahan pangan seperti tahu, tempe, kecap, susu kedelai, tauco, dan snack. Ada 14 perusahaan importir yang terdapat dalam Surat Persetujuan Impor (SPI) kedelai dari Pemerintah pada tanggal 28-29 Agustus 2013, ada tiga importir yang memegang kuota impor terbesar. Perusahaan tersebut masing-masing adalah PT FKS Multi Agro yang menguasai kuota terbesar dengan 46,71 persen (210.600 ton), PT Gerbang Cahaya Utama sebesar 10,31 persen (46.500 ton), dan PT Budi Semesta Satria sebesar 9,31 persen (42.000 ton).

 Bila disinyalir terjadi praktek kartel oleh importir kedelai maka pemerintah harus bersikap tegas dan bijaksana jangan sampai terjadi "pembiaran-pembiaran" terus-menerus karena efeknya terhadap petani kedelai lokal, pengusaha tahu-tempe indonesia dan masyarakat sebagai penikmat hasil produksi dalam negeri dengan bahan baku kedelai akan menimbulkan harga jual yang tinggi sehingga menurunkan minat beli masyarakat dan ujung-ujungnya membuat para pengusaha gulung tikar serta efek domino lainnya

Sebagai langkah upaya menekan laju impor, pemerintah dapat melakukan berbagai strategi, antara lain peningkatan produktivitas, perluasan areal tanam, peningkatan efisiensi produksi, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas produk, peningkatan nilai tambah, perbaikan akses pasar, perbaikan sistem permodalan, pengembangan infrastruktur, serta pengaturan tataniaga dan insentif usaha.

Diambil dari berbagai sumber, diolah dan ditulis kembali. @#$@%^&*$$$ tetap optimis dan jangan bermental tempe apalagi bermental tahu yang lembek.

0 comments :

Post a Comment