Monday, September 9, 2013

 Miss World adalah kontes kecantikan internasional yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951 dan pertama kali diadakan di Inggris. Setelah kematiannya pada tahun 2000, Istri Morley, Julia Morley, menggantikannya sebagai ketua silahkan baca-baca di google atau wikipedia untuk lebih jelasnya.
 Di berbagai media massa diberitakan, ada berbagai ancaman dan intimidasi dalam perhelatan ini. Mulai dari aksi unjuk rasa dengan ratusan massa, hingga mengancam akan menyebarkan kecoak dan melemparkan kotoran ke hotel tempat para kontestan miss world menginap dalam perhelatan itu.

Plus..??? Apa Plusnya..???

Dari sisi pariwisata, kontes Miss World semakin menggaungkan nama Bali ke dunia internasional karena dapat menjadi sarana promosi gratis. Apalagi kalau penyelenggaraannya berjalan sukses dan aman. kontes tersebut dapat menjadi ajang pengembangan budaya internasional. Kontes Miss World juga memberikan dampak positif membangkitkan motivasi, inovasi dan kreativitas dari masyarakat Bali dan juga Indonesia serta memberikan dampak positif bagi ekonomi masyarakat di Pulau Dewata di antaranya dengan tingginya permintaan akomodasi, kuliner, dan transportasi. Hal ini jelas akan meningkatkan perekonomian di mata global.

 Pemerintah mendukung gelaran tersebut. Kunjungan wisatawan mancanegara akan membludak karena adanya berbagai even internasional yang diselenggarakan di Indonesia, satu di antaranya adalah ajang Miss World yang tinggal menghitung hari. Catatan saja Miss World punya efek yang cukup mengejutkan, termasuk untuk pertumbuhan ekonomi lokal. Sebab, 14% dari penduduk dunia menontonnya setiap tahun.

Minus..??? Adakah..??? @#$%#%$$$

 Indonesia dengan berbagai agama dan budaya yang mengakar sejak dahulu kala dan para Founding Father bangsa ini mengetahui hal tersebut maka tidak serta merta memaksakan satu agama pun yang menjadi dasar berdirinya bangsa. Ajang Miss World yang diadakan di bali oleh beberapa ormas agama tertentu di tentang
  Tidak ada alasan untuk menolak kontes tingkat dunia itu jika dalam pelaksanaannya memberi banyak manfaat terhadap citra Indonesia di mata dunia, potensi ekonomi, dan investasi. Apalagi jika dalam manual acaranya tidak ada yang mengenakan pakaian bikini, tapi malahan dikemas dengan dimensi keindonesiaan atau berbeda dengan pelaksanaan Miss World di negara lain. Miss World ini ajang kreativitas yang memiliki dampak negatif dan positif, tergantung dari sudut pandang
 Bila yang dipermaslahkan adalah "bikini"-nya, maka lobi saja panitia penyelenggara Miss World agar menghormati dengan meniadakan pakaian bikini dalam ajang tersebut. Sedangkan bila yang dipermasalahkan adalah "pamer wanita" toh kita pun punya Jember Festival yang setiap tahun digelar.

Beda Sudut Pandang

 Bagaimana posisi kita memandang ajang miss world adalah terserah kita. mau berfikir positif dengan adanya miss world membentuk "mind set" dunia bahwa negara Indonesia adalah negara yang aman untuk dikunjungi dengan bukti berlangsungnya ajang dunia terlaksana dengan aman. Atau kita berfikir negatif dengan pemikiran "kura-kura dalam tempurung" yang terkungkung dengan mind set satu agama tertentu yang dipaksakan kepada orang lain sehingga mind set dunia malah menganggap negara Indonesia bukan negara yang majemuk dengan semboyan "bhinneka tunggal ika" tapi negara yang berjalan atas satu agama atau satu budaya. Semuanya kembali kepada diri kita masing-masing. Pilihan dan resiko akan selalu ada. @#$%^&*$$$


0 comments :

Post a Comment